Situasi tersebut diperparah oleh disparitas kemampuan fiskal antar-daerah. Kabupaten dengan pendapatan daerah yang tinggi relatif lebih leluasa memberikan bantuan. Sebaliknya, daerah dengan kapasitas fiskal terbatas cenderung menempatkan pesantren di urutan belakang prioritas anggaran.
Akibatnya, kualitas layanan pendidikan pesantren ikut ditentukan oleh lokasi geografisnya, bukan oleh kebutuhan objektifnya.
Lima Tantangan Besar
Setidaknya terdapat lima persoalan utama yang masih menghambat optimalisasi pembiayaan pesantren di Sumatera Selatan.


Komentar