Navigasi Portal

Prabowo Dorong Reformasi PBB dari Brasil, Suarakan Negara Berkembang Tak Boleh Lagi di Pinggir

SPH
Oleh SPH Diterbitkan 10 Juni 2026, 16:28 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva
Presiden RI Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva usai memberikan pernyataan pers bersama di Istana Kepresidenan Brazil Palácio do Planalto, Brazilia, Brazil, Rabu (9/7/2025). UMBARAN/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden

UMBARAN.com — Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan reformasi besar-besaran terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, negara-negara berkembang atau Global South sudah saatnya mendapat ruang dan pengaruh yang lebih besar dalam menentukan arah kebijakan dunia.

Seruan itu disampaikan Prabowo usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Palácio do Planalto, Brasilia, Rabu (9/7/26).

Di hadapan media, Prabowo secara terbuka mendukung gagasan Lula yang menilai struktur PBB saat ini tidak lagi sepenuhnya mencerminkan realitas geopolitik global yang terus berubah.

“Kami mendukung pemikiran Presiden Lula bahwa PBB harus direformasi untuk meningkatkan suara para pemain besar baru dalam panggung global,” kata Prabowo.

Prabowo menilai negara-negara berkembang dengan jumlah penduduk besar dan kekuatan ekonomi yang terus tumbuh tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam pengambilan keputusan internasional.

Ia mencontohkan Brasil sebagai salah satu kekuatan baru dunia yang layak memiliki pengaruh lebih besar dalam tata kelola global.

IKLAN
Sponsored Alternative

“Brasil adalah negara yang sangat besar, penduduknya banyak, dan punya ekonomi yang kuat. Saya rasa kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin,” ujarnya.

Menurut Prabowo, Indonesia dan Brasil memiliki kepentingan yang sama untuk memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil dan representatif. Karena itu, kedua negara perlu menyatukan kekuatan dan suara dalam mendorong perubahan di tingkat internasional.

Tak hanya membahas reformasi PBB, pertemuan kedua kepala negara juga menyoroti sejumlah isu global yang menjadi perhatian dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina dan konflik berkepanjangan di Gaza.

Prabowo menyatakan dukungannya terhadap upaya diplomatik yang mendorong gencatan senjata di Ukraina melalui kelompok negara-negara sahabat (Friends of Peace), sekaligus mengapresiasi sikap Brasil yang konsisten menyerukan penghentian perang di Gaza.

“Di Timur Tengah, kami sangat menghargai sikap tegas Anda tentang perlunya gencatan senjata segera di Gaza, serta bahwa satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” kata Prabowo.

Selain isu geopolitik, Indonesia dan Brasil juga sepakat memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari teknologi pertanian, energi terbarukan, perdagangan, hingga pertahanan.

Pernyataan Prabowo di Brasil menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia ingin mengambil peran lebih aktif dalam percaturan global, sekaligus memperkuat posisi negara-negara Global South dalam menentukan masa depan dunia. (PRd)

SPH
Penulis : SPH Editor : SPH Sumber : Pers Presiden

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Redaksi Umbaran Media Network.

Suara Pembaca umbaran.com

Sampaikan gagasan, aspirasi pelayanan publik, atau surat terbuka Anda secara objektif, elegan, dan bertanggung jawab.

Kirim Surat
Sponsored Alternative
Premium Partner