Kiai Raja, Raja Kiai

SPH Umbaran.com Rabu, 17 Juni 2026 | 10:09 WIB
KH. Mudrik Qori
Kiai Raja, Raja Kiai

Godaan ini tidak hanya dialami oleh kiai, tetapi juga oleh hampir semua pemimpin. Ketika penghormatan menjadi kebutuhan psikologis, orientasi pelayanan dapat bergeser menjadi orientasi pencitraan.

Keenam, kompetisi status

Kadang terjadi perbandingan diam-diam mengenai jumlah santri, luas tanah, tamu pejabat, cabang, atau gedung.

Padahal, ukuran keberhasilan pesantren tidak selalu identik dengan kemegahan fisik. Kualitas pendidikan, integritas moral, dan kontribusi sosial jauh lebih penting dibandingkan simbol-simbol prestise.

Yang Perlu Diwaspadai

Menurut saya, bahaya terbesar bukanlah kekuasaan.

Bahaya terbesar adalah kesepian intelektual.

Semakin tinggi posisi seorang kiai, semakin sedikit orang yang berani berkata:

“Kiai, saya kira pendapat itu perlu dipertimbangkan kembali.”

Ketika semua orang hanya mengangguk, seorang pemimpin kehilangan cermin.

Mudrik Qori
Penulis : Mudrik Qori Editor : SPH Sumber : -

Umbaran Media Network merupakan bagian dari SPH Media Corp.

Komentar

1000 Karakter tersisa