Kiai Raja, Raja Kiai

SPH Umbaran.com Rabu, 17 Juni 2026 | 10:09 WIB
KH. Mudrik Qori
Kiai Raja, Raja Kiai

Kelima, menjadi simbol moral

Kehidupan kiai sering menjadi teladan langsung bagi masyarakat.

Dalam tradisi Islam, keteladanan merupakan instrumen pendidikan yang paling efektif. Apa yang dilakukan seorang pemimpin sering kali lebih berpengaruh daripada apa yang dikatakannya. Karena itu, keberadaan kiai bukan hanya sebagai pengajar ilmu, tetapi juga sebagai simbol moral bagi komunitasnya.

Sisi Negatif “Raja Kecil

Namun, setiap bentuk kekuasaan selalu mengandung risiko.

Lord Acton (1907) mengingatkan bahwa “power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.” Meskipun tidak dapat diterapkan secara mutlak kepada semua pemimpin, peringatan tersebut tetap relevan sebagai refleksi bahwa kekuasaan selalu membutuhkan kontrol dan koreksi.

Pertama, sulit menerima kritik

Karena terlalu lama menjadi pihak yang didengar, bukan mendengar.

Semakin lama seseorang berada di posisi puncak, semakin besar kemungkinan ia kehilangan ruang kritik yang jujur. Orang-orang di sekitarnya sering memilih diam karena hormat, sungkan, atau takut berbeda pendapat.

Kedua, merasa paling benar

Mudrik Qori
Penulis : Mudrik Qori Editor : SPH Sumber : -

Umbaran Media Network merupakan bagian dari SPH Media Corp.

Komentar

1000 Karakter tersisa