Mereka adalah pekerja kantoran, pelaku usaha kecil, pengemudi transportasi daring, pegawai swasta, profesional muda, hingga keluarga yang menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja dan mengurus kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Mereka dianggap terlalu mampu untuk menerima subsidi, tetapi tidak cukup kaya untuk kebal terhadap lonjakan biaya hidup.
Bagi kelompok ini, kenaikan harga Pertamax bukan sekadar persoalan bahan bakar. Ini adalah tambahan tekanan di tengah cicilan rumah yang tetap berjalan, biaya pendidikan yang terus naik, tagihan listrik yang tak pernah turun, dan harga kebutuhan pokok yang lebih dulu merangkak naik.
Persoalannya, pendapatan mereka tidak naik 32 persen dalam semalam.


Komentar