Ia mencontohkan Brasil sebagai salah satu kekuatan baru dunia yang layak memiliki pengaruh lebih besar dalam tata kelola global.
“Brasil adalah negara yang sangat besar, penduduknya banyak, dan punya ekonomi yang kuat. Saya rasa kita harus memainkan peran yang lebih bertanggung jawab dan memimpin,” ujarnya.
Menurut Prabowo, Indonesia dan Brasil memiliki kepentingan yang sama untuk memperjuangkan tatanan dunia yang lebih adil dan representatif. Karena itu, kedua negara perlu menyatukan kekuatan dan suara dalam mendorong perubahan di tingkat internasional.
Tak hanya membahas reformasi PBB, pertemuan kedua kepala negara juga menyoroti sejumlah isu global yang menjadi perhatian dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina dan konflik berkepanjangan di Gaza.
Prabowo menyatakan dukungannya terhadap upaya diplomatik yang mendorong gencatan senjata di Ukraina melalui kelompok negara-negara sahabat (Friends of Peace), sekaligus mengapresiasi sikap Brasil yang konsisten menyerukan penghentian perang di Gaza.


Komentar