logo logo

Umbaran

Jalan Macan Kumbang 7 No. 4504 E, Demang Lebar Daun, Ilir Barat I – Kota Palembang
redaksi.tribunpos@gmail.com
Politik 15-05-2024 12:26:53

Seleksi PPK di Ogan Ilir Dihebohkan Dugaan Setor Uang ke Oknum KPU, Ada Diminta Rp10 Juta agar Lolos?

Masyarakat Ogan Ilir dikejutkan dengan kabar dugaan suap dalam seleksi PPK yang diduga melibatkan oknum KPU setempat.

Image
Ilustrasi uang suap

OGAN ILIR - Beredar kabar bahwa beberapa calon peserta seleksi PPK di Ogan Ilir diduga diminta menyetor sejumlah uang agar dapat lolos seleksi.

Informasi ini pertama kali mencuat setelah beberapa peserta yang gagal dalam seleksi mengungkapkan kekecewaannya kepada media.

Mereka mengklaim bahwa ada dugaan permainan kotor setor uang di balik proses seleksi yang seharusnya transparan dan objektif.

"Kami merasa ada ketidakadilan dalam proses seleksi ini. Beberapa dari kami mendengar langsung bahwa ada yang berhasil lolos setelah memberikan sejumlah uang kepada oknum KPU," ujar salah satu peserta yang enggan disebutkan namanya.

Menurut dia, beberapa calon anggota PPK rela mengeluarkan uang dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp15 juta, agar namanya tercantum dalam daftar yang lolos seleksi.

“Ini sangat mengecewakan. Seleksi PPK seharusnya murni berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan berdasarkan siapa yang bisa membayar lalu bisa lolos jadi PPK,” ujar sumber tersebut dengan nada kesal, Selasa (14/5/2024).

Sumber menceritakan, dirinya sempat ditawari jika mau lolos, agar menyetor sejumlah uang ke oknum anggota KPU.

“Iyo (iya) benar pak, aku diminta duit (uang) sebesak (sebesar) Rp10 juta kalu nak lolos (kalau mau lolos). Duit itu kagek (uang itu nanti) uji oknum penghubung (kata oknum penghubung), nak disetor ke oknum anggota KPU (akan disetorkan ke oknum anggota KPU),” ujarnya.

Bahkan H-1 sebelum pengumuman pun, si oknum kembali mengajak untuk memastikan ikut tidak di dalam 'gerbong' barisan mereka yang menyetor uang agar lolos seleksi.

“Kareno aku katek duit pak (karena saya tidak ada uang pak), jadi aku dak lolos (jadi saya tidak lolos). Kawan aku yang ngajak tadi (kawan saya yang mengajak tadi), dan dio nyetor duit Rp10 juta (dan dia menyetor uang Rp10 juta), lolos pak,” sebutnya.

Ditanya ke siapa uang itu diberikan, dia menyebut, menurut pengakuan kedua temannya yang lolos, uang itu diberikan ke oknum anggota KPU berinisial MJ.

“Kawan saya yang lolos 2 orang pak, salah satunya yang mengajak saya untuk menyetor uang itu. Dan keduanya lolos. Kata mereka, untuk 2 orang jadi setornya Rp20 juta,” katanya.

Dia menambahkan, ada juga temannya calon anggota PPK yang lain, sudah menyetor uang Rp10 juta tapi tidak lolos. Bedanya, bukan ke oknum anggota KPU Ogan Ilir berinisial MJ tadi, tapi ke oknum anggota KPU lain.

“Teman saya kabarnya, uang Rp10 juta yang disetor belum dikembalikan,” ungkapnya.

Menanggapi isu itu, oknum anggota KPU Ogan Ilir berinisial MJ yang namanya disebut mengatakan apa yang beredar itu tidak lah benar.

"Dugaan itu tidak benar," jawabnya singkat saat dikonfirmasi wartawan media ini, Rabu (15/5/24).

Sementara itu kabar tak sedap ini telah sampai ke KPU Provinsi Sumsel.

Anggota KPU Sumsel, Rudi Pangaribuan, mengatakan akan segera akan melakukan investigasi internal.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil langkah tegas jika terbukti ada oknum yang terlibat dalam praktik suap tersebut.

"Kami akan menyelidiki dugaan ini dengan serius. KPU berkomitmen untuk menjaga integritas dan kredibilitas proses pemilihan. Jika ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas," tegas Rudi, Rabu (15/5/24).

Ketua Divisi SDM KPU Sumsel ini juga menyatakan tidak akan mentolerir segala bentuk kecurangan dalam proses seleksi ini.

Selain itu, KPU juga akan membuka kanal pengaduan bagi masyarakat dan peserta seleksi yang memiliki informasi atau bukti terkait dugaan suap ini.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga integritas proses seleksi ini. Silakan laporkan jika ada yang mengetahui adanya praktik curang,” tambahnya.

Sementara itu, Maman Sopian, seorang aktivis dari LSM Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GEMAKO) Ogan Ilir, menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan suap ini.

"Ini masalah serius yang merusak kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Kami berharap semua pihak yang jika terbukti terlibat dapat ditindak tegas bila perlu diproses hukum," ujarnya.

Dugaan suap dalam seleksi PPK ini menambah deretan panjang kasus-kasus serupa yang mencoreng proses demokrasi di Ogan Ilir.

Diharapkan dengan adanya investigasi menyeluruh, masalah ini dapat segera terungkap dan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

Perkembangan terkait kasus ini akan terus dipantau oleh berbagai pihak mengingat pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap proses pemilihan umum yang bersih dan bebas dari korupsi. **

Baca Juga
Penulis: Masykur
Editor: SPH

Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Umbaran.com, Yuk gabung di grup Telegram "UMBARAN", caranya klik link ini : JOIN NOW, kemudian bergabung. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel Anda.