Fenus Antonius Pulang Kampung, Bangun Kebersamaan dan Serap Aspirasi Warga
Ucapan itu disambut tepuk tangan panjang. Tak ada janji muluk, hanya semangat tulus dari seorang legislator yang ingin melihat daerahnya tumbuh bersama warganya send
Menutup Reses dengan Semangat Kebersamaan di Desa Surabaya
Kunjungan terakhir di Desa Surabaya menjadi penutup reses penuh makna ini. Fenus memanfaatkan momen itu untuk berdialog langsung, mendengarkan aspirasi warga yang mencakup kebutuhan dasar pembangunan desa dan peningkatan fasilitas publik.
Di kesempatan itu, Fenus menyampaikan berbagai program pemerintah provinsi Sumatera Selatan untuk membantu masyarakat.
“Tapi pemerintah desa harus menginventarisir dulu apa yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat, apakah bibit, alsintan atau kebutuhan lainnya yang memang benar bermanfaat dan punya nilai ekonomi untuk maayarakat’,” ucapnya.
Dalam suasana akrab dan penuh canda, ia mengingatkan bahwa politik sejati adalah pengabdian, bukan janji.
“Saya tidak mau datang hanya untuk berfoto, tapi saya ingin datang untuk mendengar. Karena dari suara rakyat inilah arah kebijakan itu dimulai,” ujarnya.
Empat hari reses yang dilalui Fenus Antonius bukan sekadar agenda rutin DPRD, melainkan perjalanan hati, perjalanan untuk memahami denyut kehidupan masyarakat yang sering terabaikan oleh jarak dan kebijakan.
“Saya percaya, membangun tidak bisa sendiri. Harus bersama, dengan semangat dan kekompakan,” tutur Fenus menutup resesnya di jalur Komering.
Dari Sri Kencana hingga Surabaya, reses Fenus Antonius menjadi jembatan antara rakyat dan kebijakan, antara harapan dan kenyataan.
Ia tidak hanya datang membawa program, tetapi juga menghadirkan empati, sesuatu yang kini mulai langka dalam wajah politik kita. (*)
Baca Juga
Editor: Redaksi
Dapatkan update informasi pilihan dan berita terbaru setiap hari dari Umbaran.com, Yuk gabung di grup Telegram "UMBARAN", caranya klik link ini : JOIN NOW, kemudian bergabung. Anda harus menginstal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel Anda.


